Sabtu, 31 Oktober 2015

My Review about Halloween Night Handshake Festival (Ecovention Centre 31-10-2015)

Oke, gw akan sedikit nge review tentang hs kemaren, seperti biasa hs itu emang seru seperti biasa, bisa kumpul bareng temen - temen, oke gw mulai dari malem sebelum hs, seperti biasa selalu ada tubir dan pro kontra tentang venue, awalnya gw juga pesimis sm venue.a karena harus ke atas buat handshake.. pada akhirnya setelah gw rasain sendiri, not bad lahh walaupun pegel juga nih kaki jalan mesti agak jauh buat hs doang, oke mulailah sesi 4, yah di jam gw mulainya agak kecepetan, oke sesi 4 gw hs sm Viny

SESI 4: Ratu Vienny Fitrilya
Viny: Raja, kemana aja nih?
Gw: eh, btw kamu cantik juga yah, kenalan yuk (kalo hs sm viny emang selalu becanda terus gk pernah serius)
Viny: Haloo aku Ratu, eh kakak kemana aja, kok udah jarang mention aku, udah gak sama aku yah?
Gw: nggaakk.. masih kok (karena emang masih)
Viny: bohongg
Penjaga: mas udah mas
Gw: Yaudah makasih vin
Viny: masih gak nih? (diteriakin dari jauh) -_-
 sesi 4 abis, gw yah ngobrol sama temen - temen sambil nunggu sesi 5 sama shani, dan beberapa kali liat member dari atas panggung, gak kerasa sesi 5 dimulai, gw hs sm shani

SESI 5: Shani Indira Natio
Gw: Shan, tau gw gak?
Shani: tau, kak Raja Paulus kan?
Gw: kok tau gw, parah
Shani: dih emang kenapa? btw, itu nama asli kan?
Gw: Gapapa, iya nama asli, serius deh shan
Shani: nama aslinya Raja Paulus?
Gw: Iya
Penjaga: mas udah mas
Shani: makasih yah kak, jangan lupa nntn Twt
Gw: Siip

Overall hsnya seru.. gw cuma ngeluh karena masuk ancolnya bayar, tapi venue.a mayan lahh.. lebih baik dri hs sebelumnya hehe.. sekian.. sampe ketemu di hs selanjutnya

Sabtu, 29 Agustus 2015

Piano Untuk Shani (Inspired from Song: Ame no Pianist)



             Namaku Lucky, Umurku 25 Tahun, aku adalah seorang Karyawan sebuah perusahaan Televisi swasta lokal di Indonesia, aku hidup bersama seorang adik perempuan bernama Shani yang usianya 5 tahun dibawahku, yah orang tua kami memang sudah lama meninggal waktu umurku masih 15 tahun, jadilah Shani sebagai satu – satunya keluarga yang kumiliki di Kota ini, karena semua saudaraku ada di luar kota, kami tinggal di sebuah rumah kecil peninggalan orang tua kami, biarpun kecil yang penting aku masih bisa bersama adikku terus, aku sangat menyayangi dia.
“dek, bangun udah siang, ada jadwal kuliah gak kamu hari ini?” tanyaku sambil membangunkan shani
“eh kakak, jam berapa ini?” tanya Shani sambil menguap ngantuk
“jam 8 pagi” jawabku
“HAH, kenapa kakak gak bangunin daritadi, telat kan nih” jawab shani berteriak
“Udah daritadi dek, yaudah sono mandi, sarapannya beli sendiri aja yah” jawabku sambil menutup kuping
“Oke kak” jawab Shani beranjak dari ranjang
Begitulah Shani, anaknya memang sangat periang, dia Kuliah di salah satu Universitas di Jakarta, aku yang bayarkan uang kuliahnya, itu kan kewajiban seorang kakak.
“Kak, udah yah adek berangkat dulu” sapa Shani terburu – buru, tapi dia tidak pernah lupa untuk mencium tanganku sebelum berangkat, memang hari ini aku sedang libur hari sabtu.
Aku lalu membereskan rumah, mumpung sedang libur yang sangat langka ini. saat aku membereskan gudang, aku menemukan foto saat shani yang waktu itu berumur 7 tahun sedang memainkan sebuah Piano, betapa bahagianya dia saat itu, tetapi kali ini dia terpaksa harus menahan keinginannya untuk bermain Piano lagi karena Piano di rumah yang dulu telah dijual untuk kami bertahan hidup karena orang tua kami yang meninggal dan perusahaannya bangkrut, seketika aku rindu ketika masa kecil kami aku senang mengganggu dia saat sedang asyik bermain piano, lalu muncul dalam ideku bahwa aku akan membelikan dia sebuah Piano agar dia bisa bermain lagi. Lalu aku lanjut membereskan rumah lalu beristirahat, sekitar sejam aku beristirahat, Shani pulang sambil menangis.
“Dek, kenapa?” tanyaku
Shani hanya melihatku lalu berlalu ke kamarnya, aku mengetuk – ngetuk pintu kamarnya yang ia kunci dari dalam tetapi tidak ada respon, sampai malam aku suruh makan pun sama sekali dia tidak menjawab, lalu aku coba menelepon sahabatnya Shani, Angel namanya
“Haloo angel, ini kak lucky
“Eh, Kak Lucky, ada apa yah?”
“Itu kakak mau nanya, Shani kenapa yah? Kok sikapnya setelah pulang kuliah aneh?” tanyaku
“Ohh itu, kan ada lomba piano di fakultas, dia mau ikut dan mau meminjam piano kampus, tetapi tidak diperbolehkan, malah dia diledek teman – temannya orang miskin, gitu kak” terang Angel
“Ohh, oke makasih yah Angel” jawabku sembari menutup telepon
Aku lalu mencoba ke kamar Shani lagi, ternyata pintunya sudah tidak dikunci lagi, dan dia keluar dari kamar
“dek, sini duduk deh” ajakku, lalu dia duduk di sofa
“Oke, kakak sudah tahu semuanya dari angel, kamu sabar aja yah” jawabku coba menenangkan dia
“Tetapi aku sangat menginginkan lomba itu” jawab Shani sambil menundukkan kepala
“Oke, nanti kakak cari solusinya, lombanya masih lama kan?”
“Iya kak”
“Yasudah sana makan terus kerjakan tugas kamu, lalu tidur” perintahku
Lalu shani makan dan kembali ke kamarnya, aku masih bingung karena penghasilanku tidak cukup untuk membeli sebuah Piano, lalu aku cek tabunganku juga masih belum cukup jika digabungkan, aku coba putar otak untuk dapat membelinya sesegera mungkin, tiba – tiba muncul sebuah ide cemerlang.
Lima Hari kemudian aku sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Shani, saat Shani bangun tidur ia keluar kamar lalu melihat sebuah Piano di sudut ruang tamu, Shani sangat gembira. Aku yang daritadi di dekat pintu rumah langsung masuk dan Shani langsung memelukku karena sangat senangnya,
“Kak, terima kasih banget kak, kakak yang selalu baik banget sama aku” ujar Shani sembari meneteskan air mata
“Itu sudah tugas seorang kakak kan? Intinya kamu berlatihlah dengan itu dan berikan yang terbaik di lomba nanti” ujarku
“Oke kak, aku Janji akan memberikan yang terbaik” ujar Shani
Mulai hari itu dia berlatih dengan sangat keras, ekspresinya yang periang seketika berubah menjadi dingin ketika sedang memainkan pianonya, setiap dia pulang kuliah pasti langsung bermain pianonya, aku sangat senang melihat dia seperti itu,
Akhirnya tiba harinya dimana lomba itu.
“Loh kak, aku baru sadar, motor kakak dimana?” tanya Shani bingung
“yah begitulah” jawabku
“Jadi kakak jual motor kakak demi beli piano untukku?” tanya Shani
“Udah kamu tidak perlu tahu, ini hari perlombaanmu kan? Ayo, kakak sudah pinjam motor papanya michelle” jawabku
“Iya kak” tanya Shani
Lalu kami pun berangkat, sesampainya di tempat perlombaan yang juga kampusnya Shani kami pun masuk dan dia ke belakang panggung sedangkan aku duduk di bangku penonton, sang pembawa acara lalu memanggil peserta satu persatu, aku duduk tenang, tibalah saatnya shani, ia lalu duduk di depan piano yang di sediakan, seluruh audience pun terdiam saat ia mulai memainkan pianonya, terdengar sangat indah ditambah ekspresinya yang sangat dingin menjadikan lagu itu semakin indah, setelah 10 menit memainkan pianonya, lalu disambut tepuk tangan penonton, bahkan sang pembawa acara pun terpukau
“Inilah dia Shani Indira Natio, sang pianist Hujan” lalu disambut tepuk tangan penonton
Shani hanya tersenyum saja, lalu setelah itu ada beberapa performer lagi sampai akhirnya pengumuman lomba, semua peserta sekitar 16 orang dipanggil ke depan, semuanya dimulai dari Juara 3 Namanya Nina, lalu Juara 2 namanya Manda, lalu tiba juara 1, aku mulai pesimis  dan ternyata sang pembawa acara memanggil nama adikku Shani, aku langsung reflek loncat dari kursi, akhirnya usaha dia tidak sia – sia pikirku, lalu saat pulang Shani lantas memelukku
“Terima kasih kak” ujar Shani
“Iya, ayo kita pulang” jawabku
-TAMAT-

Senin, 17 Agustus 2015

My Review About Kibouteki Refrain Handshake Festival Event 17-08-2015

Oke, mau cerita dikit tentang pengalaman gw di hs event, heheh.. singkat cerita gw sampe venue, langsung ketemu beberapa teman, karena gw punyanya hs sesi 3 dan 4 dan gw sampai sono baru jam 10an jadi berjalan - jalan dulu sampai gak berasa udah mau sesi 3 aja.. sesi 3 gw punya hs anin 2 tiket.. karena gw bingung mau ngomong apa jadi gw pisah dulu tiketnya

Sesi 3: Anin
Raja: Haloo kenalan dong
Anin: Udah kenal, kak raja temennya kak kitin
(Seriusan anin manis banget, bikin gw salting n tunggu waktunya udahan aja :( )
Anin: eh jangan dulu
Raja: Eh masih ada kok, bingung mau ngomong apa soalnya
Anin: ohh okee

Sesi 3: Anin
Raja: Haloo nin, eh salamin buat Gracialuv dong
Anin: ohh okee, hehe
Raja: ohiya, sampein permintaan maaf gw sm lele dong
Anin: Kenapa tuh?
Raja: iya kemaren sempet omelin dia
Anin: Ohh.. oke
Penjaga: Udahan yahh..
Raja: Oke sampai bertemu


karena sesi 3 ke sesi 4 ada jeda istirahat jadi gw sempetin makan dulu diluar, sehabis makan ada kaya nyanyi hari merdeka gitu, gw kebagian paling depan dan ikut nyanyi aja.. hehe :) lanjut sesi 4, gw cuma punya 1 tiket hs yupi

Sesi 4: Yuvia
Raja: Haloo, kenalan dong
Yuvia: Kenalan
(serius tatapannya itu :( )
Raja: Aku Raja Paulus
Yuvia: Aku Cindy Yuvia
Raja: udah kenal kali ;(
Yuvia: ohiya udah kenal, hehe
Raja: bingung mau ngomong apa
Yuvia: ayo mau ngomong apa (makin stun aja gw disini, untung diselamatkan karena di stop sama penjaganya)

btw, sebelum hs sm yupi gw masa di cie cie in sm penjaganya :(
hehehe.. habis sesi habis gw jalan - jalan ketemu beberapa teman hehe ;) hs kemaren seru sih.. tempatnya juga cukup nyaman, hehe..

Minggu, 17 Mei 2015

My Review About Pareo wa Emerald Handshake Festival 16.05.2015

Oke, gw mulai reviewnya.. gw awalnya gak ada rencana buat berangkat hs karena sakit n gak cukup uang gw, tapi tiba - tiba jam 8 pagi ada temen gw mention gw suruh dateng ketemuan jam 9, dan ada juga yang mau minjemin uang, akhirnya gw berangkat, biasanya gw naik busway lewat harmoni kalo ke sana, tapi kali ini lebih naik metromini lewat senen, singkat cerita nyampe tuh gw di venue, lupa jam berapa, karena beberapa hari sebelumnya gw udah mesen tiket hs Viny dan Shanju ke temen gw, gw ketemuan terus gw ambil tiketnya, dan gw dapet hibahan sesi 4 rachel juga, lalu antrilah di sesi 4 sama temen - temen gw,

Sesi 4: Shania
Gw: Hai Shania
Shania: Hai, ini waktu itu udah pernah hs kan?
Gw: belom ini pertama kali, kenalin aku Raja Paulus
Shania: oh, kok tumben mampir kesini
Gw: Iya tadi iseng beli *padahal mah emang udah niat* emang gak boleh?
Shania: iihh, enak aja aku diisengin *keluarin ekspresi senyumnya*
Penjaga: oke habis yah
Shania: oke makasih kak *sambil ngasih stiker*
Gw: *masih gesrek* iya sama - sama *stikernya gak sengaja jatoh*
Penjaga: udah sono
Gw: Sabar kek mas, ini ambil stiker dulu

Terus gw langsung ngantri di jalur Viny, pas lagi ngantri, tetiba ditarik temen - temen gw suruh hs rachel dulu

Sesi 4: Rachel
(Skip aja, gw juga lupa ngomong apa sama dia, kebanyakan dibully -_-)

lalu gw ngantri di jalur Viny

Sesi 4: Viny
Gw: gak usah senyum - senyum
Viny: *keluarin ekspresi manyun*
Gw: *lemah* masih kesel tau sama hs kemaren
Viny: iih, kenapa?
Gw: gak suka aja
Viny: itu kan tandanya aku tau kakak
Penjaga: maaf habis waktunya
Gw: iiya.. deh becanda, sampai ketemu di teater saishuu bell yah
Viny: *ngasih stiker* dadah

lalu setelah itu semua hs gw habis, gw ngobrol lumayan banyak sama temen - temen gw sebelum akhirnya pulang skitar jam 4 sore, ohiya.. 1 tiket rahel kerasa lama dibanding viny dan shanju.. makasih ^^

Sabtu, 28 Februari 2015

K3School Chapter 1: Shonichi



                “Viny, makan malam yuk” panggil Cindy berusaha membangunkan Viny
                “Iya mah eh Cindy” jawab Viny terbangun dari tidurnya lalu membuka matanya
                “Jam berapa ini Cindy?” Tanya Viny kepada Cindy
                “Jam 7 Malam, jam makan malam” jawab Cindy
                “Apa?  Ya sudah ayo” jawab Viny lalu beranjak dari tempat tidurnya
                “Ohiya, itu siapa?” Tanya Viny menunjuk satu orang di kamarnya
                “ kenalkan aku Saktia, teman sekamarmu bersama Cindy” jawab orang itu sembari menghampiri Viny dan mengulurkan tangannya
                “Oh, kenalkan Aku Viny” jawab Viny sambil menyambut tangan Saktia
                “Ya sudah, ayo kita makan malam dahulu” ujar Cindy sambil memberikan 3 buah nasi kotak dan air minum,
                “Eh, emang kita gak makan nasi dari asrama?” Tanya Viny bingung
                “Ini dikasih dari asrama, selain makan siang, kita memang makan sendiri – sendiri di kamar” jawab Cindy
                “Oh gitu, ya sudah selamat makan” ujar Viny lalu membuka nasi kotaknya
Mereka bertiga pun makan dengan lahap, setelah selesai makan
                “Sini aku buangin bungkusnya ke tong sampah” ujar Cindy mengambil bungkus makanan mereka dan membuangnya
                “Eh, saktia, kok Cindy baik banget yah” Tanya Viny
                “Iya, dia kan ketua kelompok ini, jadi disini masing – masing kamar ada satu orang yang ditugaskan menjadi ketuanya oleh Bu Melody, nah di kamar ini ketuanya Cindy” jelas Saktia
                “Oh gitu” jawab Viny menganggukan kepalanya
                “Eh kalian ngomongin aku yah” ujar Cindy memotong pembicaraan
                “Ih, Geer deh” canda Saktia
                “Eh iya Viny, kamu kan besok baru hari pertama, yang aku dengar kamu dapat kelas Seni yah?” Tanya Cindy
                “Iya, kalian sendiri?” Tanya Viny kembali
                “Cindy di kelas Seni juga, aku di kelas Sains” jawab Saktia
                “Oh, Cin, kelas Seni itu belajar apa saja?” Tanya Viny kepada Cindy
                “Hmm, di kelas Seni itu ada pelajaran Seni Rupa dan seni Musik, ada Fotografi tapi nanti kamu baru dapat itu di kelas 2” jelas Cindy
                “Oh, kamu kelas berapa Cin?” Tanya Viny kembali
                “Aku juga masih kelas 1, Saktia sudah kelas 2” jawab Cindy
                “Kaya SMA gitu gak sistemnya?” Tanya Viny lagi
                “Beda, kalau disini penentuan naik tingkat apa tidak dari Ujian setiap 6 bulan sekali, nah untuk ikut ujian itu kita harus dapat Nilai minimal 80.00”
                “Oh, berat juga, terus kok Saktia bisa kelas 2?” Tanya Viny lagi
                “Iya Vin, aku baru naik kelas 5 bulan lalu, itu keberuntungan banget” jawab Saktia
                “Oh, ngerti yaudah deh, ayo tidur sana, besok kan sekolah”
                “Eh, kamu kan baru bangun” ujar Cindy
                “Dasar kebo” ledek Saktia
Mereka bertiga pun tertidur lelap, esok paginya sekitar jam 8 pagi
                “Vin, bangun, ayo kita ke kelas” ujar Cindy membangunkan Viny
                “Eh Cindy, Saktia kemana? Tanya Viny melihat tempat tidur Saktia yang kosong
                “Oh, wajarlah anak Sains kelas 2 lagi, jadi yah masuknya lebih pagi” jawab Cindy
                “Oh, yaudah aku mandi dulu yah” ujar Viny lalu menuju kamar mandi di kamarnya
                “Ya sudah, aku tunggu di luar asrama, cepat yah, kelas mulai jam setengah 9, seragam mu ada  diatas ranjangmu” ujar Cindy
10 menit kemudian Viny keluar dari asrama lalu menyusul Cindy yang sudah menunggunya dari tadi
                “Maaf yah telat” ujar Viny memohon maaf
                “Ya sudah, sekarang masi ada 15 menitan lagi juga, ayo” ujar Cindy mengajak Viny untuk pergi ke kelas
Mereka pun pergi ke kelas Seni yang berada di lantai 1 gedung sekolah itu, sesampainya di depan Kelas mereka berdua pun masuk ke kelas itu, kelasnya cukup sepi, hanya ada sekitar 5 Orang selain mereka yang berada di kelas itu
                “Nah, yuk duduk bareng aku disana” ujar Cindy menunjuk salah satu kursi disana
Bel pun berbunyi, seorang Wanita Muda masuk ke kelas itu, para murid pun memberi salam
                “Selamat pagi bu” ujar para Murid dengan halus
                “Pagi, wah kayaknya ada murid baru nih di kelas ini, sini kenalkan dirimu nak” ujar bu guru itu menyuruh Viny maju ke depan
Viny pun maju ke depan dengan gugup, bu guru itu pun memberi aba – aba kepada Viny untuk memulainya
                “Kenalkan nama aku Ratu Vienny Fitrilya, kau bisa panggil aku Viny, aku dari kota Yoroshiku kesini untuk sekolah disini” ujar Viny memperkenalkan dirinya
                “hmm, oke nama Ibu itu Sisca, bisa panggil aku Ibu Sisca silahkan duduk” jawab bu Sisca
                “Kalau yang mau kenalan sama Viny setelah jam pelajaran ini selesai yah, Oke, sekarang kita  belajar Seni rupa” jelas Bu Sisca
2 jam kemudian bel pun berbunyi para murid pun keluar dari kelas mereka masing – masing
                “Eh Cindy, ke kantin yuk, udah gak ada kelas lagi kan hari ini?” ajak Viny kepada Cindy
                “Iya, hari ini Cuma satu, kau bisa pinjam jadwal ku yang ada di kamarku” jawab Cindy
Mereka berdua pun pergi ke Kantin untuk Jajan
                Bersambung..

Review Kaze wa Fuiteiru HS Festival 28.02.15

Oke gw akan mulai reviewnya.. gw berangkat dari rumah jam 8 pagi, telat sejam dari yang gw mau karena bangunnya telat :( akhirnya gw sampe JiExpo jam 10.40 lebih cepat dari perkiraan, akhirnya sampe sono ketemu beberapa teman yang selama ini gw kenal di twitter.. karena gw sampe sono sesi1 belom kelar akhirnya gw sempetin nitip hs viny sama seorang temen, setelah nunggu sejam lebih akhirnya gw dapet tiketnya.. lalu gw langsung buru - buru antri buat sesi 3 Nadila, sesinya lumayan sepi


SESI 3: Nadila
Nadila: aku tau nih, oshinya Watanabe Mayu, Shimada Haruka sama Viny yah? namanya Raja Paulus yah?
Gw: Kok tau ih, ngestalk yah? *dalam hati sih gesrek aing*
Nadila: Yah dikit lah
*disapa penjaga*
Nadila: Tetap semangat yah kak *sambil ambilin 2 stiker dan sebuah pin*
Gw: Paw, mau aku oshiin gak?
Nadila: Mau dong, makasih yah kak

lalu keluar dengan armor yang sudah hancur berantakan, habislah aku ini *lebay* hehe :P akhirnya keluar untuk makan sebentar, karena bawa 2 bekal akhirnya gw makan bergilir, yaudah skip, btw, sebelum gw masuk sesi 5 sempet ngobrol - ngobrol sama @kitinn25 n @RIVULS , akhirnya gw masuk sesi 5.. rame banget -_- oke gw skip sampe obrolannya


SESI 5: VINY
Viny: ini Raja nih
gw: *dalam hati "nih anak kenapa tau gw juga dah" -_- *sambil ngasih fanlet sama mainan kerang - kerangan* nih Vin buat kamu
Viny: wah makasih yah kak
*ditepok penjaga*
Gw: Ahh cepet banget sih
Viny: Ah tau nih, Ini Raja loh *diulang beberapa kali sampe gw udh balik badan, akhirnya gw diliatin sama belakang gw* -_-

Akhirnya gw jalan" sebentar lalu ketemu temen lama, gw akhirnya pulang jam 16.55 :))

Sabtu, 14 Februari 2015

K3 School Opening



                “Vin ayo bangun, ini hari pertama kamu masuk sekolah kan?” teriak seseorang dari luar kamar
                “Iya ma” jawab Viny agak terkantuk
Iya, inilah hari pertama Viny masuk sekolah, karena ibunya ingin dia mandiri, ibunya memasukkan dia ke asrama perempuan bernama K3 School di kota Korogaru, 4 Jam dari rumahnya, Viny pun langsung bangun dengan tergesa – gesa dan langsung mandi
                “Vin, cepat nanti terlambat, ibu tunggu di meja makan” teriak ibunya dari meja makan
                “Iya ma, sebentar lagi” jawab Viny dari kamar mandi
Tidak lama kemudian Viny langsung keluar dari kamar mandi, dari kamar mandi dengan memakai seragamnya dia langsung mengambil sepotong roti yang telah disiapkan dan dimakan
                “Yuk ma, kita langsung berangkat aja” Kata Viny
                “Barang – barang kamu sudah beres?” Tanya ibunya
                “Iya ma” jawab Viny
Mereka berdua pun berangkat ke sekolah, Viny memang anaknya sangat manja walaupun dia cerdas, itu alasannya dia dimasukkan ke asrama, agar lebih mandiri, lagipula ini asrama memang khusus perempuan, jadi ibunya tidak terlalu khawatir,
“Ma, yakin aku dimasukkin ke asrama, nanti aku sakit terus banyak nyamuk gimana?” rengek Viny
                “Ah, kamu itu dasar anak manja sudah turuti saja ini, demi kebaikanmu” jawab Ibunya
                “Nyonya dan non Viny, sudah sampai” ujar supirnya memotong pembicaraan
                “Nah Vin kamu turun sana, ibu mau langsung berangkat ke kantor” ujar ibunya
                “Tapi bu,habis ini kemana?” jawab Viny
                “Nah, kamu sudah ditunggu Bu Melody, disana” ujar Ibunya sambil menunjuk seorang guru cantik di sekolah itu
                “Iya deh mah” jawab Viny sambil membuka Pintu Mobilnya
Mobil itu pun langsung melaju. Viny dengan muka bete-nya menghampiri Bu Melody yang sudah menunggu dari tadi
                “Kamu Viny yah? Kenalkan nama ibu Melody, ibu adalah guru pengawas di asrama perempuan” ujar Bu Melody
                “iya bu, saya Viny, selamat siang bu” jawab Viny
                “selamat siang, Ya sudah, sini ikut Ibu ke Ruang kepala sekolah untuk mengetahui kamarmu dan kelasmu” ajak Bu Melody
Mereka pun berjalan menuju ke Ruang kepala Sekolah di dalam sebuah bangunan lumayan besar tidak jauh dari pintu masuk sekolah tepatnya sebelah utara.
                “Ini sekolahmu sekarang, untuk lebih jelasnya nanti Tanya teman sekamarmu saja yah, nah sekarang disana ruang kepala sekolah, ayo kesana” ujar Bu Melody
Mereka masuk ke Ruang kepala sekolah
                “Nih Bu Veranda, anak baru di sekolah ini namanya Viny” ujar Melody memperkenalkan Viny
                “Oh, baiklah, Ratu Vienny Fitrilya kan?” Tanya Bu Veranda
                “Iya bu” jawab Viny
                “Kamu dimasukkan ke Kelas Seni sesuai rapormu, kamarmu ada di Kamar 04 bersama Cindy, dan Saktia, sudah Jelas?” ujar Bu Veranda
                “Iya bu” jawab Viny
                “Ya sudah, bu Melody, tolong antarkan dia ke kamarnya, mungkin dia butuh istirahat dulu, besok baru mulai belajar” ujar bu Veranda
                “Iya bu, ayo Viny ikut ibu” ujar bu Melody
Mereka pun berjalan – jalan menuju Asrama yang letaknya di sebelah barat dari gedung sekolah, sesampai di dalam asrama, Viny melihat – lihat isi dalam asrama yang terlihat rapih dan bagus, lalu ada seorang murid lewat, Bu Melody lantas langsung memanggilnya
                “Cindy, sini dulu” ujar bu Melody memanggil salah seorang Murid
                “Iya bu ada apa?” jawab Anak itu
                “Nah, kenalkan ini Viny, dia yang akan menjadi teman sekamarmu, Viny ini Cindy” ujar Bu Melody memperkenalkan mereka berdua
                “Oh, Viny kenalkan aku Cindy Yuvia, kau bisa panggil aku Cindy atau Yupi” ujar Cindy memperkenalkan diri
                “Aku Ratu Vienny Fitrilya, kau bisa panggil aku Viny” ujar Viny sambil meraih tangan Cindy untuk berjabat tangan
                “Ya sudah, Cindy ajak Viny ke kamarmu yah” ujar Bu Melody meninggalkan mereka berdua
                “Ya sudah, sini kopermu mau aku bawakan?” ujar Cindy
                “Oh, tidak usah repot – repot” tolak Viny secara Halus
Mereka pun masuk ke kamarnya yang sangat rapih dengan cat tembok bewarna merah muda dan 3 buah ranjang bewarna putih dengan selimut bewarna senada dengan warna temboknya, ini karena memang Cindy tidak suka kamar yang berantakan
                “Ya sudah tempat tidur kamu disana” ujar Yupi menunjuk salah satu Ranjang disana
                “Oke, terima kasih Cindy” jawab Viny
               “Baiklah, aku tinggal dulu, mau belanja makanan ringan dulu, kamu istirahat saja” ujar Cindy
Viny pun beres – beres lalu tidur karena perjalanan lumayan jauh dari Rumahnya, Cindy pergi meninggalkan Viny sendirian dikamarnya untuk berangkat ke K3 Mart untuk berbelanja makanan ringan dan kebutuhan lainnya
Bersambung ke episode 1..

Selasa, 03 Februari 2015

Kerandoman

hmm.. kayaknya setelah kejadian beberapa bulan terakhir ini gw kayaknya semacam harus klarifikasi semua yang udah gw lakuin dan apa maksud gw..
1. Kasus Jeje: anw, gw sebenernya udah males ungkit ini, kenapa gw sampe ngeposting blog dan seolah memojokkan mereka.. jujur, sebenernya gw udah gak asing sama kasus member pacaran.. dari pas gw awal ngefans jkt48 juga udah biasa sm kabar ini, tapi yah tetep aja gw gak terlalu suka kalo sampe dibela seolah dia ngelakuin hal yang bener.. emang gak salah dimata hukum karena itu hak asasi.. tapi di mata sosial?
2. kasus elaine: Gw orangnya gak terlalu suka hal kecil yang dibesarkan seolah itu kasus serius sih, karena masalah encore itu udah kejadian dari lama banget dan itu udah jadi hal biasa menurut gw :)
3. kasus GanbaJ: sebenernya gw mau minta maaf soal hal ini, gw juga awalnya gak terlalu permasalahin project ini, toh gw gak terlibat sama sekali :p tapi yah setelah ada seseorang ngetweet kalo Team J gak ada yang support jujur gw kesel lah, gw pendukung team J dan masih sampe sekarang merasa seolah dukungan gw gak dianggap pendukungnya aja.. jadi kalo ada kesalahan dan meluber kemana mana.. itu hanya emosi sesaat :)
4. Kasus Logo Team J: sebenernya udah gw jelasin tapi gw tegasin lagi disini, gw nentang bendera kagami jadi lambang J karena sebenernya itu lambang Team B, dan sekarang dipake semua team AKB lagi buat sebuah game.. jadi gw sebenernya mau lambang Team J itu yang J banget, kan bisa di desain, contoh fanbase gen3 yang sampe niat desain logo buat gentiga :)
5. Kasus Yuvia: ini normal sebagai manusia, siapa sih yang terima begitu aja orang yang dia sayang dikatain dengan kata - kata yang tidak enak?


jadi itu klarifikasi dan maksud tweet gw yang mungkin dianggap salah sama orang lain, gw atas nama pribadi yah minta maaf kalo akhir - akhir ini tweet gw gak enak diliat :) terserah kalian mau nanggepin gimana.. udah yah.. maafkan kerandoman hari ini :)

Selamat Siang,
Raja