Rabu, 19 November 2014

JKT48 Fanfictrion: Terima Kasih, Rona

Perkenalkan, Aku Raja Paulus, umurku sekarang 24 Tahun, Frater di sebuah Gereja di daerah Jakarta. Semua berawal sejak 5 Tahun lalu, yah dulu aku pemabuk, dan pecandu narkoba karena aku anak broken home dan sering jadi bahan bullyan semenjak masa SMA ku. Hidupku benar – benar  tak berarti sampai suatu hari, aku baru saja pulang dari sebuah klab malam di daerah kemang dalam keadaan mabuk berat, aku naik mobil dan saat sampai si sebuah jalan aku tidak sengaja menabrak seseorang wanita cantik, aku lantas keluar dari mobil,
“Mba, gapapa kan?” Tanyaku kepadanya
“Gapapa kok mas” ujar gadis itu
“eh, mba kalau mau sini aku bawa ke rumah sakit” ajakku
“Gausah mas, ini gapapa kok” jawabnya
“Atau ku antar pulang saja?” ajakku lagi
“Gausah repot – repot mas, aku tinggal sebentar lg nyampe asrama kok” jawabnya lagi
“Ya Udah, eh mba namanya siapa?” tanyaku
“namaku Rona mas” jawabnya
“oh, aku Raja” ujarku sambil mengajak berjabat tangan dengannya
Lalu, dia pergi meninggalkan aku, dan aku kembali ke mobilku dan melanjutkan perjalanan pulang, semenjak pertemuan singkat itu entah kenapa aku selalu memikirkan dia, setiap hari aku selalu kembali ke lokasi kecelakaan itu hanya untuk sekedar menunggu dia di tempat itu, pada suatu hari aku melihat dia melewati tempat itu dan memakai baju seperti Biarawati itu, aku lantas mengikuti dia dan benar saja, tenyata dia tinggal di sebuah asrama biarawati, aku lantas memanggil dia,
                “Rona” teriakku
                “Yah, eh mas Raja, kok tau aku disini?” tanyanya
                “aku tadi mengikutimu, maaf yah” jawabku
                “Oh, iya gapapa kok, mau apa mas kesini?” tanyanya
                “aku, masih merasa bersalah atas kejadian waktu itu” jawabku
                “Gapapa kok mas eh disini gak boleh ada cowok loh” ujarnya
                “ya udah, tar lagi aku pulang kok, makasih yah udah maafin aku” ujarku
                “ iya sama – sama, udah sono nanti ketauan ibu asrama ku” ujar dia
                “Oke, dadah yah” ucapku
                “oke dadah, hati – hati di jalan yah mas” jawabnya
Semenjak saat itu aku tidak bisa berhenti memikirkan dia, bahkan secara tidak sadar semenjak pertemuan pertama malam itu sampai hari ini aku sudah tidak pernah “make” lagi, sudah 2 bulan aku benar – benar lepas dari Narkoba dan Miras, tapi aku sejenak berpikir, apakah aku bisa memilikinya? Sedangkan dia adalah Biarawati yang jelas tidak boleh menikah? Aku bimbang,  lalu teman baikku fernanda menghampiriku
                “Bro, lu udah 2 bulan gak pernah nyuntik lagi, kenapa lu?” ujar temanku fernanda
                “Ada yang lebih indah dari nyuntik bro” jawabku
                “pasti cewek, cewek mana sih yang bikin lu sampe gini” Tanya fernanda
                “besok, gw ajak deh ke tempatnya” jawabku lagi
                “Oke deh” ujar dia lagi
Lalu ku ajak dia ke asramanya rona, dia tampak terkaget – kaget ku ajak dia kesini
                “kenapa lu bro?” tanyaku
                “lu yakin dia ada disini, disini kan…” ujar fernanda
                “apa hayoo, udah ikut aja” ajakku
Lalu aku ajak dia ke dalam asrama, kebetulan saat itu sedang istirahat dan rona sedang kumpul bersama teman – temannya, ku hampiri rona yang kebetulan agak jauh dari gedung asrama
                “Hai Rona” sapaku
                “Hai, eh masnya kesini lagi” jawabnya
                “Gapapa kan, aku Cuma mau ajak teman aku, katanya dia penasaran sama kamu” ujarku
                “Oh, iya namaku Rona, ini Desy dan Hanna”
                “ Oh, aku fernanda” jawabnya
                “Eh rona, sekalian ajarin aku berdoa, dan beribadah dong” tanyaku
                “wah, masnya yakin? Kalo yakin ayo aku ajak ke asrama cowok sebelah sana”
                “ yaudah, makasih yah ron”
Lalu dia mengajakku ke asrama cowok dan meninggalkan fernanda dengan desy dan hanna, lalu aku dipertemukan dengan seorang Romo, namanya Romo Fransiskus. Aku cerita panjang lebar bagaimana diriku dan kehidupanku sembari menangis, rona coba menenangkanku, lalu aku juga menceritakan pertemuanku dengan rona yang mengubah hidupku, dan juga ingin menceritakan kalau aku ingin di Baptis secara Katholik, karena aku sudah memakai nama katholik sejak lahir hanya belom pernah di baptis saja karena orang tuaku yang sangat cuek, lalu romo fransiskus member tahuku tentang katekumen yang akan dimulai 1 bulan lagi, aku lalu menyetujuinya dan mengisi formulirnya, lalu pergi meninggalkan tempat itu sambil ngomong sama rona
                “Rona, semenjak pertemuan pertama malam itu aku sebenanya sudah jatuh cinta sama kamu tapi semenjak aku tahu kamu biarawati yang tidak boleh menikah jadi aku tidak mendekatimu” ujarku
                “Emang kenapa bisa suka sama aku” Tanya rona
                “Entahlah, yang pasti aku berubah karena dirimu, terima kasih yah rona, aku sudah kembali ke jalan Tuhan” ujarku
                “Jangan karena aku, tapi Karena Tuhan Yesus dong kamu jadi begini, aku hanya perantaraNya untuk menyadarkanmu” jawab rona
                “Yah, sekali lagi terima kasih yah, tuh ada teman – teman kita”
Lalu aku menghampiri Fernanda dan Desy yang sedang ngobrol berdua menunggu aku dan rona
                “Eh, Hanna mana?” Tanya rona
                “Oh Hanna, tadi dia dipanggil suster Shania, katanya ada hal penting” ujar desy
                “Oh yaudah, aku dan fernanda pulang dulu yah, sampai ketemu lain waktu” ujarku
                “Oke, hati – hati yah mas raja” uja rona
Lalu di jalan pulang aku dan fernanda mengobrol asyik,
                “Eh, lu kenapa senyum – senyum sendiri daritadi?” tanyaku
                “Desy itu cantik yah, baik lagi” Jawab Fernanda
                “Kena kan lu, eh mereka itu gak boleh nikah tau” ujarku
                “gak boleh nikah bukan berarti gak boleh dicintai kan?” Tanya dia
                “iya dah ayo kita pulang, eh gw mau daftar jadi katekumen nih, gw udah mutusin mau jadi Romo, ingin membaktikan diriku buat Tuhan”
                “Buat Tuhan apa Buat Rona?” goda dia
                “Sembarangan lu, udah ahh kita pulang yuk, udah mulai malem nih” ajakku

Lalu kami pun pulang ke rumah masing-masing, sebulan berlalu, ini hari pertamaku belajar katekumen, dan bergabung dengan anak – anak kecil, gapapa, kan niat ini buat Tuhan, hari demi hari berlalu, sampai di hari dimana aku di baptis lalu aku meneruskan sampe komuni dan krisma, dan masuk Asrama Pastur tepat disebelah gedung asrama biara Rona, 5 tahun berlalu, aku sudah menjadi Frater, Fernanda nampaknya masih mencintai desy, tapi perbedaan agama yang membatasi mereka, aku masih sering menjaga hubungan baik, khususnya sama Rona.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar