Perkenalkan, Aku
Raja Paulus, umurku sekarang 24 Tahun, Frater di sebuah Gereja di daerah
Jakarta. Semua berawal sejak 5 Tahun lalu, yah dulu aku pemabuk, dan pecandu
narkoba karena aku anak broken home dan sering jadi bahan bullyan semenjak masa
SMA ku. Hidupku benar – benar tak
berarti sampai suatu hari, aku baru saja pulang dari sebuah klab malam di
daerah kemang dalam keadaan mabuk berat, aku naik mobil dan saat sampai si
sebuah jalan aku tidak sengaja menabrak seseorang wanita cantik, aku lantas
keluar dari mobil,
“Mba, gapapa
kan?” Tanyaku kepadanya
“Gapapa kok mas”
ujar gadis itu
“eh, mba kalau
mau sini aku bawa ke rumah sakit” ajakku
“Gausah mas, ini
gapapa kok” jawabnya
“Atau ku antar
pulang saja?” ajakku lagi
“Gausah repot –
repot mas, aku tinggal sebentar lg nyampe asrama kok” jawabnya lagi
“Ya Udah, eh mba
namanya siapa?” tanyaku
“namaku Rona mas”
jawabnya
“oh, aku Raja”
ujarku sambil mengajak berjabat tangan dengannya
Lalu, dia pergi meninggalkan aku,
dan aku kembali ke mobilku dan melanjutkan perjalanan pulang, semenjak
pertemuan singkat itu entah kenapa aku selalu memikirkan dia, setiap hari aku
selalu kembali ke lokasi kecelakaan itu hanya untuk sekedar menunggu dia di
tempat itu, pada suatu hari aku melihat dia melewati tempat itu dan memakai
baju seperti Biarawati itu, aku lantas mengikuti dia dan benar saja, tenyata
dia tinggal di sebuah asrama biarawati, aku lantas memanggil dia,
“Rona”
teriakku
“Yah,
eh mas Raja, kok tau aku disini?” tanyanya
“aku
tadi mengikutimu, maaf yah” jawabku
“Oh,
iya gapapa kok, mau apa mas kesini?” tanyanya
“aku,
masih merasa bersalah atas kejadian waktu itu” jawabku
“Gapapa
kok mas eh disini gak boleh ada cowok loh” ujarnya
“ya
udah, tar lagi aku pulang kok, makasih yah udah maafin aku” ujarku
“
iya sama – sama, udah sono nanti ketauan ibu asrama ku” ujar dia
“Oke,
dadah yah” ucapku
“oke
dadah, hati – hati di jalan yah mas” jawabnya
Semenjak saat itu aku tidak bisa
berhenti memikirkan dia, bahkan secara tidak sadar semenjak pertemuan pertama
malam itu sampai hari ini aku sudah tidak pernah “make” lagi, sudah 2 bulan aku
benar – benar lepas dari Narkoba dan Miras, tapi aku sejenak berpikir, apakah
aku bisa memilikinya? Sedangkan dia adalah Biarawati yang jelas tidak boleh
menikah? Aku bimbang, lalu teman baikku
fernanda menghampiriku
“Bro,
lu udah 2 bulan gak pernah nyuntik lagi, kenapa lu?” ujar temanku fernanda
“Ada
yang lebih indah dari nyuntik bro” jawabku
“pasti
cewek, cewek mana sih yang bikin lu sampe gini” Tanya fernanda
“besok,
gw ajak deh ke tempatnya” jawabku lagi
“Oke
deh” ujar dia lagi
Lalu ku ajak dia ke asramanya rona,
dia tampak terkaget – kaget ku ajak dia kesini
“kenapa
lu bro?” tanyaku
“lu
yakin dia ada disini, disini kan…” ujar fernanda
“apa
hayoo, udah ikut aja” ajakku
Lalu aku ajak dia ke dalam asrama,
kebetulan saat itu sedang istirahat dan rona sedang kumpul bersama teman –
temannya, ku hampiri rona yang kebetulan agak jauh dari gedung asrama
“Hai
Rona” sapaku
“Hai,
eh masnya kesini lagi” jawabnya
“Gapapa
kan, aku Cuma mau ajak teman aku, katanya dia penasaran sama kamu” ujarku
“Oh,
iya namaku Rona, ini Desy dan Hanna”
“
Oh, aku fernanda” jawabnya
“Eh
rona, sekalian ajarin aku berdoa, dan beribadah dong” tanyaku
“wah,
masnya yakin? Kalo yakin ayo aku ajak ke asrama cowok sebelah sana”
“
yaudah, makasih yah ron”
Lalu dia mengajakku ke asrama cowok
dan meninggalkan fernanda dengan desy dan hanna, lalu aku dipertemukan dengan
seorang Romo, namanya Romo Fransiskus. Aku cerita panjang lebar bagaimana diriku
dan kehidupanku sembari menangis, rona coba menenangkanku, lalu aku juga
menceritakan pertemuanku dengan rona yang mengubah hidupku, dan juga ingin
menceritakan kalau aku ingin di Baptis secara Katholik, karena aku sudah
memakai nama katholik sejak lahir hanya belom pernah di baptis saja karena
orang tuaku yang sangat cuek, lalu romo fransiskus member tahuku tentang
katekumen yang akan dimulai 1 bulan lagi, aku lalu menyetujuinya dan mengisi
formulirnya, lalu pergi meninggalkan tempat itu sambil ngomong sama rona
“Rona,
semenjak pertemuan pertama malam itu aku sebenanya sudah jatuh cinta sama kamu
tapi semenjak aku tahu kamu biarawati yang tidak boleh menikah jadi aku tidak
mendekatimu” ujarku
“Emang
kenapa bisa suka sama aku” Tanya rona
“Entahlah,
yang pasti aku berubah karena dirimu, terima kasih yah rona, aku sudah kembali
ke jalan Tuhan” ujarku
“Jangan
karena aku, tapi Karena Tuhan Yesus dong kamu jadi begini, aku hanya
perantaraNya untuk menyadarkanmu” jawab rona
“Yah,
sekali lagi terima kasih yah, tuh ada teman – teman kita”
Lalu aku menghampiri Fernanda dan
Desy yang sedang ngobrol berdua menunggu aku dan rona
“Eh,
Hanna mana?” Tanya rona
“Oh
Hanna, tadi dia dipanggil suster Shania, katanya ada hal penting” ujar desy
“Oh
yaudah, aku dan fernanda pulang dulu yah, sampai ketemu lain waktu” ujarku
“Oke,
hati – hati yah mas raja” uja rona
Lalu di jalan pulang aku dan
fernanda mengobrol asyik,
“Eh,
lu kenapa senyum – senyum sendiri daritadi?” tanyaku
“Desy
itu cantik yah, baik lagi” Jawab Fernanda
“Kena
kan lu, eh mereka itu gak boleh nikah tau” ujarku
“gak
boleh nikah bukan berarti gak boleh dicintai kan?” Tanya dia
“iya
dah ayo kita pulang, eh gw mau daftar jadi katekumen nih, gw udah mutusin mau
jadi Romo, ingin membaktikan diriku buat Tuhan”
“Buat
Tuhan apa Buat Rona?” goda dia
“Sembarangan
lu, udah ahh kita pulang yuk, udah mulai malem nih” ajakku
Lalu kami pun pulang ke rumah
masing-masing, sebulan berlalu, ini hari pertamaku belajar katekumen, dan
bergabung dengan anak – anak kecil, gapapa, kan niat ini buat Tuhan, hari demi
hari berlalu, sampai di hari dimana aku di baptis lalu aku meneruskan sampe
komuni dan krisma, dan masuk Asrama Pastur tepat disebelah gedung asrama biara
Rona, 5 tahun berlalu, aku sudah menjadi Frater, Fernanda nampaknya masih
mencintai desy, tapi perbedaan agama yang membatasi mereka, aku masih sering
menjaga hubungan baik, khususnya sama Rona.